Pendidikan Agama Islam (PAI)

Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi  PAI

  • Visi Program Studi PAI

“Menjadi Program Studi rujukan yang unggul dan terkemuka di Indonesia dalam menghasilkan lulusan yang profesional di bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan spirit mujahid, mujtahid, dan mujaddid pada tahun 2022”.

  • Misi Program Studi
  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang selaras dengan garis dan arah Program Studi PAI
  2. Menyelenggarakan penelitian dalam bidang pendidikan Agama Islam
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang pendidikan Agama Islam.
  4. Melaksanakan dan mengembangkan kerjasama dan jejaring (networking) dengan berbagai lembaga/instansi swasta dan pemerintah di dalam maupun luar negeri.
  • Tujuan Program Studi
  1. Menghasilkan lulusan yang kreatif dan inovatif di bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat
  2. Menghasilkan pendidik yang berjiwa mujahid, mujtahid, dan mujaddid sesuai syari’at Islam
  3. Menghasilkan pendidik yang berkualifikasi akademik, berpandangan dan bersikap profesional, dan berakhlak karimah
  4. Menghasilkan pendidik yang berkompetensi kepribadian, pedagogik, sosial, dan professional sesuai syari’at Islam
  5. Menghasilkan para pendidik yang siap menjadi agent of social change untuk menata kehidupan Islami di lingkungan formal, informal, dan non-formal
  6. Menghasilkan pendidik yang siap bekerja dan menciptakan lapangan kerja serta siap melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
  • Sasaran Kompetensi Lulusan Program Studi
  1. Terkuasainya berbagai kemampuan kognitif akademik dalam bidang pendidikan Islam
  2. Terampil dalam mendinamisasi berbagai pendekatan, strategi, metoda dan teknik pembelajaran Agama Islami
  3. Memiliki integritas kepribadian pendidik yang Islami
  4. Memiliki komitmen, dedikasi dan loyalitas terhadap dunia pendidikan
  5. Memiliki kesiapan menjadi problem solver bagi problematika pendidikan Islam.
  1. Kompetensi Lulusan

      Kompetensi lulusan PAI-FTK Unisba meliputi empat kompetensi utama sebagai seorang calon guru dan kompetensi pendalaman agama. Keempat kompetensi utama tersebut meliputi kompetensi kepribadian, pedagogik, profesional dan sosial.  

  1. Kompetensi kepribadian

Lulusan PAI diharapkan:

  • memiliki kepribadian yang mantap dan stabil (mampu bertindak sesuai dengan norma hukum, norma sosial, dan konsisten dengan norma Islam yang dianutnya);
  • memiliki kepribadian yang dewasa (menampilkan kemandirian dan memiliki etos kerja sebagai pendidik);
  • memiliki kepribadian yang arif (menampilkan tindakan yang bermanfaat bagi peserta didik, sekolah, masyarakat, dan menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak);
  • memiliki kepribadian yang berwibawa (memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik); dan
  • memiliki akhlak mulia dan menjadi teladan (bertindak sesuai dengan norma religius yakni imtaq, jujur, ikhlas, suka menolong dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik).
    1. Kompetensi pedagogik

Kompetensi pedagogik yaitu kemampuan dalam pemahaman peserta didik dan mengelola pembelajaran secara didaktis dan metodologis (mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi hasil belajar, serta bimbingan dalam pengembangan segala potensi yang dimiliki peserta didik)

  1. Kompetensi profesional

Kompetensi profesional yaitu kemampuan dalam penguasaan materi tentang Agama Islam, yang tercakup di dalamnya kemampuan dalam penyampain isi kurikulum PAI untuk sekolah mulai dari Pra Sekolah sampai Perguruan Tinggi.

  1. Kompetensi sosial

Kompetensi sosial yaitu kemampuan untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dan Islami dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

Adapun kompetensi Pendalaman Agama adalah mampu mendalami/studi Islam secara komprehensif seperti pendalaman hadits dan segala yang bekaitan dengannya dan tafsir dengan segala seluk-beluknya, fiqih dengan segala kaidahnya, ilmu kalam, filsafat Islam,  serta mampu menguasai kaidah-kaidah kebahasaan sebagai sumber pemahaman Islam.